Selasa, 04 Maret 2014

Ceritanya Cerita Stand Up

Dulu sebelum tau dan mengenal Standup Comedy atau apalah namanya, humor jadi salah satu bumbu penyedap di kehidupan saya, ya gak banyak-banyak sih takutnya nanti asam urat lagi hehe.. Kelakar humor melalui plesetan awalnya diajari oleh ibu saya tercintah senusa sebangsa, itulah awalnya saya sangat menikmati apa itu humor meskipun tidak tahu menahu apa saja yang ada dalam humor tersebut.

Pada masa kuliah, Prabu Joyokusumo sedang.. ehhh salar cerita pada masa kuliah semester awal, saya tertarik mendengar ada humor yang namanya StandUp Comedy. Memang dasarnya saya tidak terlalu pede, maka ya saya ikutin saja bagaimana perkembangan apa itu StandUp. Jelas tokoh awal mengenal StandUp adalah ....(jeng jeng..) Raditya Dika

Yang Katanya Mas Raditya Dika
Sosok muda nan alay ini saya kenal mulai jaman kuliah sampai sekarang, dari cari video StandUp-nya dari Youtube, minta temen sampe temen saya minta ke temennya yang hobinya minta temennya video-video StandUp. Lucu pasti, Muda agak diragukan, Smart Terbukti ya Inspiring lah anak muda satu ini. Hingga dia sekarang berhasil menjadi seorang Prosuder eh Prosedur ah Produser untuk filmnya sendiri dari bukunya sendiri. Tidak ada kata selain AMAZING buat Raditya Dika.

Berjalannya waktu, StandUp Comedy makin dikenal orang. Saya makin tahu banyak nama-nama komika. Mulai dari Setiawan Tiada Tara, Mongol, Ernest Prakasa, Cak Lontong dan sebagainya yang banyaknya ngalah-ngalahin banyak upil di hidung saya. Mereka tokoh-tokoh yang saya anggap komedian baru, dimana sebelumnya banyak grup lawak seperti Warkop DKI, Bagito, Cagur, Jayakarta Grup dan sebagainya yang melegenda. 

Dari mana ke mana : Setyawan, Mongol, Ernest dan Cak Lontong

Melalui itu saya jadi tertarik melihat suguhan pisang dan kacang rebus, hasyaaah... suguhan StandUp Comedy baik itu live ataupun hanya melalui layar kaca. Secara Live, suguhan saya dapatkan melalui OpenMic dan StandUpNight yang diadakan oleh kampus lokal di Yogyakarta, domisili saya. Ternyata komika lokal banyak yang luar biasa, saya jadi tahu Beni, Hifdzi, Pakde Gamol, Mukti dan maestro plesetan jogja, Mas Anas Batang eh Anang Batas. kloplah, bumbu plesetan dimasukkan ke dalam StandUp, makin suka lah dengan yang namanya StandUp ini. Untuk beberapa komika lokal, saya sudah sering bertemu saat event atau melalui kelakar di twitter. Nampaknya hanya orang tertentu yang mampu mengerti humor mereka, bukan humor otak lo ya... 

Komika Lokal Jogjakarta : Beni, Mukti, Hifdzi dan Anang Batas

Bersambung dulu ya ceritanya, nanti kita lanjutlah eh lanjutpun eh lanjutnya halah lanjutkan,...
Selamat Berkarya dan tetap tersenyum..!!!

(((((((Ceritanya Bersambung....)))))))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar