Ada masanya, ada waktunya (Apa itu?). Manusia memiliki masa (masa lo ya bukan massa). Apa sih yang mau diomongin, muter-muter mulu kayak komedi puter... Emang sengaja dibuat muter-muter biar capek dulu biar gak jadi baca kalian, hahaha... Jani begidi, manusia hidup dibagi jadi 3 fase sebenarnya; anak-anak, remaja dan dewasa (kalian masuk yang mananya hayo?)
Saat fase anak-anak-anak, kalian suka sekali dengan yang namanya main-main, mulai dari main mobil-mobilan, main becekan, main ujan-ujanan, sampai main belakang eh maksudnya main di belakang rumah gitu ya.. Ya pokoknya dunia main menguasai pikiran kalian (tatap mata saya... *terhipnotis*)
..........................
..........................
..........................
..........................
..........................
..........................
..........................
..........................
..........................
..........................
(lagi dihipnotis)....
..........................
..........................
..........................
Nungguin ya? (kayaknya enggak deh). Lanjuuut..!!! fase ya bukan pase.. mainannya ya gak jauh-jauh dari lari-larian, sama temen cewek pun kejar-kejaran tanpa ada rasa suka menyukai, ya pokoknya seneng aja gitu kalo lagi maen-maen. Emang kadang susah sih nyuruh berhenti anak kecil maen, cara gampangnya ya cuma, selonjorin aja kaki lu pas mereka lari, pasti ntar kalo dah jatuh diem sendiri (iya habis itu dijitak emak bapaknya..)
Fase kedua yaitu fasenya remaja, dimana fase mulai lirik-lirikan, suka menyuka, surat menyurat, bahu membahu, sapu menyapu, tolong menolong, halah malah apaan coba... ya pokoknya fase mulai menyukai lawan jenis ada disini. Biasanya kita sebagai cowok / cewek akan menjadi secret admirer seseorang (Berharap dianya mau sama kita tanpa kita ungkapin, emangnya dia dukun santet bisa tahu suara hati lu, ngajakin bercanda n anak...). Kadang pada fase ini juga, remaja sudah mulai serius menjalin hubungan, kadang ya jamrud, kadang ya noah.. (hisss.. peace men..!!), ada yang seperti itu tapi tidak banyak, karena fase ini merupakan coba-coba untuk mengenal si lawan jenis.
Fase terakhir (hiks..hiks..) adalah fase dewasa, disini sudah dimulai yang namanya fase perjuangan hidup sampai titik darah penghabisan. Yang kecil dulu suka main mobil-mobilan, sekarang mainnya sama permasalahan hidup. Yang remajanya mulai mengenal lawan jenis, sekarang harus mulai mengenal watak asli lawan jenis. Berat memang namun itulah yang mendewasakan kita (kalo berat minta bantuan kuli pasar aja mas, mereka kuat kok *lempar tombak*)
![]() |
| Kita juga seperti ini |
Cuma uneg-uneg ajasih, daripada disimpen malah busuk mending ditumpahin kan, kotor gak papa karena kata Rinso, berani kotor itu baik..Minyak telon aja bilsng, buat anak kok coba-coba, berarti buat tulisan pun gak boleh hanya coba-coba... mhihihihihi..!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar