Pernah gak kalian berpikir sepintas atau yang punya pikiran menyempatkan waktu untuk berpikir ? Di suatu siang terik, dengan sebuah kipas angin yang berhembus dan menyerang kalian yang sedang asik olahraga jari jemari diatas hengpon ah kepanjangan bahasanya... maksudnya nganggur gitu, kalian memikirkan mana yang lebih enak, jadi anak kecil atau anak besar (mungkin sejenis ultramen)
Kata sebagian orang, jadi anak kecil lebih enak.. (emangnya udah pernah nyicip? pake micin gak?), dunia anak kecil cenderung menjurus ke dunia main - main bukan Dunia dalam Berita (itu di TVRI..). Anak kecil selalu diidentikkan dengan main-main, sebenarnya agak ambigu juga anak-anak itu dikatakan main-main, lebih tepatnya BELAJAR.
bocah yang lagi asik bermain pasir sama temannya kemudian dilemparkannya ke muka temannya, mungkin dia sedang belajar PARTIKEL MATERI pada benda (gak pasir juga kali). Anak yang senang bermain pistol air mungkin dia sedang belajar menjadi POLISI YANG KEHABISAN PELURU. anak yang gemar bermain Barbie, dia ada kecenderungan menjadi majikan TKW.. kok bisa? La apa-apa dia yang nyuruh.
Mungkin banyak lagi, tingkah anak yang cenderung mengarah ke proses belajar (Ini namanya proses berpikir yang dipaksakan untuk selalu positif, iya positif temannya pos-kamling sama pos-yandu). Intinya kan semua tetap belajar, biar tidak jadi orang yang tidak pernah belajar (cerna sendiri..sudah kenyang soalnya saya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar